SITUBONDO (Reportase.today) – Sempat menjadi sorotan dan menuai kritik dari sejumlah aktivis, keberadaan Cafe “MANGLA” yang berlokasi di Jalan Pantura PB Sudirman, Lingkungan Karangasem, Kelurahan Patokan, Situbondo, kini memasuki babak baru. Kafe tersebut dipastikan telah mendapatkan persetujuan dari masyarakat sekitar dan mengantongi perizinan yang lengkap.
Persetujuan ini lahir dari hasil dialog terbuka melalui acara rembuk warga yang digelar di kediaman Ketua RW 03, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kota Situbondo, pada 3 Januari 2026 lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengurus RT 02 dan RT 03, puluhan warga setempat, tokoh masyarakat, serta pihak pengelola kafe.
Dalam pertemuan yang berlangsung kondusif tersebut, hadir pemilik Cafe “MANGLA”, Edy, bersama tim manajemen, Agus dan Herik Purwanto. Turut hadir pula tokoh masyarakat setempat, Eko Asmoro Bangun, yang menjadi saksi sekaligus penengah dalam proses sinkronisasi aspirasi warga.

Eko Asmoro Bangun menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan titik balik bagi eksistensi Cafe MANGLA. Menurutnya, keraguan yang sempat muncul sebelumnya telah terjawab melalui komunikasi dua arah antara pengelola dan warga.
“Hasil pertemuan di rumah Pak RW 03 kemarin menyepakati tentang keberadaan Cafe MANGLA. Jika sebelumnya sempat dipersoalkan oleh beberapa aktivis dan warga, kini mayoritas masyarakat di lingkungan RT 02 dan RT 03 sudah memberikan restunya,” ujar Eko Asmoro Bangun saat memberikan keterangan kepada media di sebuah warung, Rabu (28/1/2026).
Selain faktor persetujuan warga, pihak pengelola juga menegaskan bahwa seluruh dokumen perizinan operasional telah dipenuhi sesuai aturan yang berlaku. Hal ini dilakukan guna memastikan usaha tersebut berjalan sesuai payung hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, Cafe MANGLA diharapkan dapat beroperasi dengan tenang dan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, khususnya di Kelurahan Patokan. Warga berharap pihak pengelola tetap menjaga komitmen untuk menjaga ketenangan lingkungan dan melibatkan masyarakat sekitar dalam operasionalnya.







