Berita  

Sinyal ADA SITAJI: Desakan Transparansi Aliran Dana Kuota Haji Menguat

Editor

SITUBONDO (reportase.today) – Isu dugaan korupsi dalam pengelolaan kuota haji kini memasuki babak baru dengan munculnya desakan publik yang menuntut transparansi total. Melalui narasi bertajuk “ADA SITAJI” (Aliran Dana Korupsi Kuota Haji), Ketua Umum Nawa Bhakti Indonesia (NBI), HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka tabir aliran dana tersebut secara gamblang.

Khalilur menegaskan bahwa instrumen negara seperti KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) seharusnya sudah mengantongi bukti-bukti kuat terkait pergerakan dana mencurigakan dalam sengkarut kuota haji ini.

“Kita menunggu Aliran Dana Korupsi Kuota Haji dibuka secara transparan oleh KPK. KPK dan PPATK pasti sudah memiliki bukti aliran dana ini,” tegas tokoh yang akrab disapa Gus Lilur tersebut dalam pernyataan tertulisnya.

Salah satu poin krusial dalam pernyataan tersebut adalah mengenai integritas kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama (NU). Khalilur, yang juga mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari “Warga NU Anti Kyai Munafik,” menyatakan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum, termasuk Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.

Ia menekankan bahwa jika ditemukan indikasi keterlibatan dalam aliran dana tersebut, para Kyai dan warga NU secara terbuka mempersilahkan lembaga antirasuah untuk melakukan pemeriksaan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Jika Yahya Cholil Staquf menerima aliran dana korupsi kuota haji, para Kyai NU dan seluruh warga NU mempersilahkan KPK memeriksa yang bersangkutan,” lanjutnya.

Pernyataan ini ditutup dengan seruan keadilan sosial, yang mencerminkan keresahan akar rumput terhadap pengelolaan dana ibadah yang seharusnya bersih dari praktik lancung. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai desakan yang digulirkan oleh Ketum NBI tersebut.

Baca juga
Di Balik Riuh THR dan Mobdin: Eko Febriyanto, Sudah Saatnya beberapa elemen di Situbondo ini segera Introspeksi

Kasus kuota haji memang terus menjadi sorotan tajam publik, mengingat hal ini menyangkut hak ribuan jemaah yang telah mengantre bertahun-tahun demi menunaikan rukun Islam kelima.

Penulis: IpunkEditor: Redaksi
error: Content is protected !!