Komisi VI DPR RI Soroti Peran Strategis BUMN Maritim Saat Kunker Reses di Surabaya, Jawa Timur Siang Ini

SURABAYA Jawa Timur Jum’at 24 Juli 2026 – Komisi VI DPR RI menjadikan sektor kemaritiman nasional sebagai salah satu fokus utama dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker) Reses ke Provinsi Jawa Timur yang berlangsung Siang ini Jumat (24/7/2026), rombongan Komisi VI menggelar pertemuan strategis bersama jajaran Kementerian BUMN dan para pimpinan perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang pelabuhan, pelayaran, galangan kapal, hingga pengelolaan aset negara.

Agenda tersebut dinilai memiliki arti penting karena mempertemukan para pemangku kepentingan yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan ekosistem maritim nasional. Pertemuan dipusatkan di Kantor PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Surabaya, Jalan Perak Timur No. 620, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari. Tim Komisi VI DPR RI terpantau tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 3 Gate 5 pada pukul 07.00 WIB sebelum bertolak menuju Surabaya menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-322 pada pukul 08.50 WIB. Rombongan tiba di Bandar Udara Internasional Juanda pukul 10.25 WIB dan selanjutnya melakukan transit di VIP Room sebelum melaksanakan salat Jumat serta makan siang.

Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 13.00 WIB melalui forum pembahasan bertema “Peran Strategis BUMN dalam Pengembangan Transportasi Laut, Infrastruktur Pelabuhan serta Konsolidasi BUMN Galangan Kapal Dalam Mendukung Ekosistem Maritim Nasional.”

Tema tersebut mencerminkan perhatian DPR RI terhadap tantangan besar sektor kemaritiman Indonesia, mulai dari peningkatan kualitas transportasi laut, modernisasi infrastruktur pelabuhan, penguatan industri galangan kapal nasional, hingga optimalisasi sinergi antar-BUMN agar mampu meningkatkan daya saing Indonesia sebagai negara maritim.

Dalam forum tersebut, Komisi VI DPR RI menerima paparan sekaligus berdiskusi dengan Eselon I Badan Pengelola BUMN, Managing Director PT Danantara Asset Management, Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), Direktur Utama PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), serta Direktur Utama PT Industri Kapal Indonesia (Persero).

Baca juga
BALAD Grup Perluas Jangkauan Global, Teken Kontrak LOKETARU dengan Tiga Negara

Kehadiran berbagai BUMN strategis tersebut menunjukkan bahwa pembahasan tidak hanya berorientasi pada evaluasi kinerja masing-masing perusahaan, tetapi juga diarahkan pada upaya membangun integrasi antarlembaga dalam memperkuat ekosistem logistik dan transportasi nasional. Sinergi antar-BUMN dipandang menjadi faktor penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, memperkuat konektivitas antarpulau, mendukung pertumbuhan industri nasional, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

Selain membahas pengembangan infrastruktur pelabuhan dan transportasi laut, agenda ini juga menyoroti proses konsolidasi BUMN galangan kapal yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi kapal nasional, memperkuat industri maritim dalam negeri, serta mengurangi ketergantungan terhadap industri luar negeri.

Sementara Anggota Komisi VI DPR RI Ir. H. M. Nasim Khan Saat Dikonformasi siang ini mengatakan. VI DPR RI memiliki fungsi pengawasan terhadap sektor perdagangan, perindustrian, investasi, persaingan usaha, koperasi, UMKM, standardisasi nasional, perlindungan konsumen, serta Badan Usaha Milik Negara. Oleh karena itu, forum ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR terhadap kebijakan pemerintah dan pengelolaan BUMN yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

Melalui kunjungan kerja reses ini, DPR RI diharapkan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi terkini BUMN sektor kemaritiman, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang perlu ditempuh guna memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim yang memiliki sistem transportasi laut modern, pelabuhan yang kompetitif, dan industri perkapalan yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.Ujar Politikus dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur III (Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo)

Keterangan Fhoto: Komisi VI DPR RI Soroti Peran Strategis BUMN Maritim Saat Kunker Reses di Surabaya, Jawa Timur Siang Ini

Setelah seluruh rangkaian agenda selesai, rombongan Komisi VI DPR RI dijadwalkan kembali ke Jakarta pada pukul 18.00 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-313 dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 3 Gate 5 pada pukul 19.40 WIB.

Baca juga
Menimbang Iman dan Nalar: Antara Kepatuhan Buta dan Spirit Ilmu dalam Islam

(Red/Tim)