Gus Lilur Kirim SUREL untuk Presiden, Usulkan Ganti Ekspor Benih Lobster ke Vietnam dengan Lobster Siap Jual Ukuran 50 Gram

Editor

SURABAYA – Isu tata kelola Benih Bening Lobster (BBL) kembali mencuat. Seorang pengusaha perikanan budidaya lobster, HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy (Gus Lilur), yang juga dikenal sebagai penulis buku ‘PRABOWO UNTUK INDONESIA RAYA’, menyampaikan surat elektronik (SUREL) langsung kepada Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, mengusulkan perubahan radikal dalam kebijakan ekspor BBL. Selasa (14/10/25).

Pengusaha yang merupakan Founder & Owner PT. Bandar Laut Dunia Grup (BALAD Grup) ini menyatakan kebahagiaannya atas terpilihnya Presiden Prabowo. Berdasarkan studinya selama 19 bulan di Vietnam dan pengalamannya berbudidaya lobster di Teluk Kangean, Sumenep, Jawa Timur, Sahlawiy menyoroti ketergantungan Vietnam pada suplai BBL dari Indonesia.

Inti dari usulan Gus Lilur adalah agar Pemerintah Indonesia segera menghentikan total Ekspor BBL ke Vietnam per 1 Agustus 2025 dan menggantinya dengan Ekspor Lobster ukuran 50 Gram.

Langkah ini, menurutnya, akan memaksa para eksportir BBL untuk melakukan budidaya lobster setidaknya selama dua bulan. Sahlawiy mengklaim bahwa peralihan ini akan memberikan dampak ekonomi signifikan.

Gus Lilur menyambut baik langkah Presiden yang disebutnya telah menyetop ekspor BBL per 1 Agustus 2025 dan mengalihkan otoritas pengaturan ekspor dari Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KKP No. 7 Tahun 2024, yang mengatur Pengelolaan Lobster) menjadi di bawah Peraturan Presiden (Perpres) yang belum terbit. Ia juga mengutip pernyataan Presiden di media sosial yang menentang praktik kuota-kuotaan, sebagai landasan usulannya untuk membebaskan siapapun yang ingin menjual Lobster 50 Gram, tanpa pembatasan kuota.

Lebih lanjut, Gus Lilur menyebut telah melakukan diskusi dan konfirmasi langsung pada pagi hari Senin, 13 Oktober 2025, dengan tiga Pejabat Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup (MAE) Vietnam yang mengatur impor dan karantina BBL. Jawaban dari ketiga pejabat tersebut diklaim setuju dengan usulan penggantian ekspor BBL menjadi Lobster 50 Gram, karena dinilai menghindari proses pergantian kulit BBL menjadi Lobster 50 gram yang berisiko kematian akibat kanibalisme atau penyakit.

Pernyataan Gus Lilur tersebut tertuang secara utuh di dalam SUREL berikut ini:

 

Kepada Yang Terhormat

Presiden Republik Indonesia

Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto

Di Tempat

 

Assalamu’alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh.

Merdeka !!!

 

Baca juga
Saatnya Mengangkat Prestasi Atlet Olahraga di Tanah Air

Salam Sejahtera Saya sampaikan semoga Bapak Presiden senantiasa sukses memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Adil, Makmur, Jaya, Sentosa di bawah naungan Ridho Allah, Tuhan yang Maha Kuasa.

 

Bapak Presiden,

Perkenalkan Nama Saya: HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy

Founder Owner PT. Bandar Laut Dunia Grup – BALAD Grup.

Penulis Buku PRABOWO UNTUK INDONESIA RAYA – Cetak 2014.

 

Saya bangga dan Bahagia, Sosok yang Saya dukung jadi Presiden pada 2014 akhirnya terpilih menjadi Presiden pada 2024. Alhamdulillah.

 

Bapak Presiden Yang Terhormat,

Saya adalah Pengusaha Perikanan Budidaya. Selama 19 Bulan sejak Awal Tahun 2024 sampai Juli 2025 Saya mempelajari Budidaya Lobster di Vietnam dan sedang berbudidaya Lobster di beberapa Teluk di Gugusan Teluk Kangean Sumenep Jawa Timur.

 

Bapak Presiden,

Mohon izin memberikan Usulan;

Budidaya Lobster di Vietnam sangat bergantung pada suplai Benih Bening Lobster / BBL dari Indonesia. Saya sangat bahagia ketika Bapak Presiden menyetop dan memberhentikan Ekspor Benih Bening Lobster per 1 Agustus 2025 kemudian mengambil alih otoritas pengaturan Ekspor BBL dari Kepmen KKP No. 7 Tahun 2024 menjadi di bawah PERPRES meskipun PERPRES tersebut belum terbit.

Sehubungan belum terbitnya PERPRES tersebut perkenankan Saya memberikan Usulan pada Yang Terhormat Bapak Presiden, begini usulan Saya:

  • Stop dan hentikan Ekspor Benih Bening Lobster / BBL dari Republik Indonesia ke Republik Sosialis Vietnam.
  • Gantikan Ekspor Benih Bening Lobster dari Republik Indonesia ke Republik Sosialis Vietnam dengan Ekspor Lobster dengan berat 50 Gram.

Pergantian Ekspor BBL menjadi Ekspor Lobster 50 Gram ini akan membuat Para Pengekspor BBL harus berbudidaya Lobster setidaknya selama Dua Bulan.

Kegiatan Budidaya Lobster 50 Gram selama Dua Bulan ini akan membuka Ratusan Ribu Lapangan Kerja serta menaikkan Harga jual Lobster.

Jika Penjualan BBL berkisar 1.5 US$ – 3 US$, maka penjualan Lobster 50 Gram setidaknya bisa dipatok di harga 5 US$ dan Pemerintah RI bisa menetapkan tarif Ekspor minimal 1 US$ per Ekor.

Republik Sosialis Vietnam malah akan semakin bahagia karena terhindar dari 1 proses pergentian kulit dari BBL menjadi Lobster 50 Gram yg berpotensi menyebabkan kematian baik akibat kanibalisme sesama Lobster maupun akibat penyakit saat pergantian kulit.

Ekspornya silahkan diatur oleh Negara dengan membebaskan siapa pun Rakyat Republik Indonesia bisa jualan tanpa kuota-kuotaan yang ujungnya hanya dimonopoli Mafia Lobster.

 

Baca juga
Manfaat Beras Merah dan Cara Mengolahnya

Bapak Presiden,

Saya bahagia ketika melihat Video Bapak di Media Sosial di mana Bapak Presiden mengatakan begini:

‘Jangan ada lagi kuota-kuotaan, bebaskan saja siapapun mengimpor dan mengekspor’.

Pernyataan Bapak Presiden tersebut sungguh sangat Patriotis, Darah Nasionalisme Saya bergejolak menyaksikan Video Bapak Presiden tersebut, sedihnya di Ekspor Benih Bening Lobster masih ada Kuota-kuotaan.

Sebelum menulis SUREL ini, beberapa Bulan yang lalu Saya sempat berdiskusi dengan beberapa Pejabat dan Birokrat Kementerian MAE Vietnam – Ministry Agriculture Environment Vietnam, lalu tadi pagi (Senin 13 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB) Saya menelpon 3 Pejabat Vietnam yang mengatur Impor dan Karantina BBL, Saya menanyakan pada Beliau bertiga bagaimana kalau Ekspor BBL diganti Ekspor Lobster 50 Gram?

Jawaban 3 Pejabat di MAE sungguh melegakan, Beliau bertiga setuju.

 

Demikian Usulan ini Saya haturkan, semoga Bapak Presiden berkenan menerimanya.

Saya yakin dan percaya, di tangan Bapak Presiden, Republik Indonesia akan berjaya di Darat, di Laut dan di Udara.

Mohon dimaafkan jika Rakyat Biasa seperti Saya lancang mengajukan Usulan ini.

Saya doakan Bapak Presiden panjang umur dan sukses membawa Indonesia menjadi Negara yang dihormati Negara lainnya di Seluruh Dunia.

 

Demikian Surat Elektronik ini Saya sampaikan, semoga Bapak Presiden berkenan.

 

Merdeka !!!

 

Wassalamu’alaikum wa Rohmatullahi wa Barokatuh

 

Surabaya, Senin 13 Oktober 2025

Kantor Bandar Laut Dunia Grup

Graha Pena Ekstensi 10 Flr

Jl. Ahmad Yani No. 88, Ketintang Gayungan, Surabaya, Jawa Timur – Indonesia (60231)

 

Salam Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy

Founder Owner Bandar Laut Dunia Grup

Penulis Buku Prabowo Untuk Indonesia Raya

 

SUREL ditutup dengan harapan besar kepada kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai desakan kepada pemerintah agar mengutamakan budidaya dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan meningkatkan penerimaan negara, sejalan dengan semangat kedaulatan maritim dan Keadilan Sosial.

Penulis: IpunkEditor: Redaksi
error: Content is protected !!